Home » , » Badan Usaha Milik Swasta

Badan Usaha Milik Swasta

Written By Akun Fisika on Monday, August 5, 2013 | 1:00 AM

Pendirian badan usaha milik swasta merupakan konsekuensi logis untuk cabang-cabang produksi yang tidak dapat dikelola oleh negara sebagaimana dinyatakan oleh Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pendirian badan usaha swasta juga didukung oleh pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Badan usaha milik swasta pada umumnya memiliki tujuan utama memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Selain itu, badan usaha milik swasta memiliki ciri-ciri khusus, yaitu sebagai berikut:
  • Dimiliki olej perseorangan atau persekutuan badan-badan usaha
  • Pemilik dapat bertindak sebagai pengelola, dapat juga hanya sebagai pemilik, sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada tenaga profesional
  • Keuntungan dan kerugian menjadi tanggungan pemilik dan atau pemimpin
  • Keberhasilan atau kegagalan badan usaha sangat tergantung pada kecakapan pemilik dan atau pemimpin
Dilihat dari permodalannya, BUMS memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Modal berasal sepenuhnya dari pihak swasta, baik secara perseorangan maupun persekutuan
  • Modal dapat dihimpun dari laba yang tidak dibagikan, dari cadangan dan dari penyusutan
  • Modal dapat juga diperoleh dari pihak lain seperti dari lembaga keuangan, bank atau nonbank, dan penanaman modal asing (baik berupa pinjaman maupun joint venture).

Bentuk-Bentuk Badan Usaha Milik Swasta
Badan usaha swasta di Indonesia bisa digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu badan usaha swasta nasional dan badan usaha swasta asing.

1. Badan Usaha Milik Swasta Nasional
PT. Air Mancur
a) Perusahaan Perseorangan adalah badan usaha yang dimiliki oleh satu orang. Pemilik bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. Bentuk usaha ini paling mudah dan biasanya dipakai untuk usaha skala kecil dan menengah.

Kelebihan Perusahaan Perseorangan:
  1. Aktivitas relatif sedikit dan sederhana
  2. Biaya organissai rendah, karena organisasinya relatif sederhana
  3. Manajemennya relatif fleksibel
  4. Pendirian dan pembubaran perusahaan mudah
  5. Rahasia perusahaan terjamin
Kelemahan Perusahaan Perseorangan:
  1. Kemampuan manajerial terbatas dan tergantung pada satu orang
  2. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Bila kekayaan perusahan tidak dapat menutup utang-utangnya, maka kekayaan pribadi harus menutup kekurangan utang tersebut
  3. Keterbatasan sumber keuangan sehingga besar/luas usahanya terbatas
  4. Kemampua investasi umumnya terbatas
  5. Kelangsungan usaha kurang terjamin, masa hidup perusahaan tergantung dari seorang pemilik 

b) Firma (Fa) diartikan sebagai persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan. Karena kekayaan perusahaan tidak dipisahkan dari kekayaan pribadi, maka konsekuensi yang dialami tidak berbeda dari perusahan perseorangan, yaitu para sekutu mempunyai tanggung jawab tak terbatas.

Kelebihan Firma:

  1. Cara mendirikannya mudah
  2. Umumnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan modal lebih besar dibandingkan dengan perusahaan perseorangan
  3. Keputusan dilakukan secara bersama-sama (hasil musyawarah)
  4. Pembagian kerja antarsekutu berdasarkan keahlian masing-masing
  5. Perhatian sekutu terhadap kegiatan firma cukup besar, mengingat tindakan sekutu yang satu juga menjadi tanggung jawab sekutu lain

Kelemahan Firma:

  1. Kontinuitas atau kelangsungan hidup firma tidak terjamin apabila salah satu sekutu meninggal atau menarik diri
  2. Tanggung jawab tiap sekutu tidak terbatas
  3. Pimpinan dipegang oleh lebih dari satu orang, memungkinkan lambatnya pengambilan keputusan
  4. Peluang terjadinya perselisihan anatara sekutu cukup besar dan dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

2. Badan Usaha Milik Swasta Asing

PT Freeport Indonesia
Badan usaha swasta asing yang ada di Indonesia diatur berdasarkan undang-undang No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Dalam undang-undang ini diatur mengenai penanaman modal langsung. Pelaksanaan penanaman modal langsung ini harus dalam suatu badan hukum, yaitu perseroan terbatas yang tunduk pada hukum Indonesia.

Kebaikan perusahaan multinasional:
  1. Menambah devisa negara melalui penanaman modal di bidang ekspor
  2. Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor di sektor industri
  3. Menambah kesempatan kerja dengan membuka lapangan kerja baru
  4. Menambah pendapatan negara dari pajak dan royalti dari perusahan tersebut
  5. Meningkatkan taraf hidup karyawan dengan memberi gaji yang lebih tinggi
Kelemahan perusahaan multinasional:
  1. Keuntungan sebagian mengalir ke luar negeri untuk para pemegang saham
  2. Dalam praktik sering digunakan dana penyusutan/depresiasi sebagai alat untuk menyembunyikan keuntungan agar tidak terkena pajak
  3. Pemerintah harus menyediakan fasilitas untuk mendatangkan bahan baku dan barang modal dari luar negeri
  4. Makin banyak perusahaan multinasional didirikan dapat mengurangi kekuasaan ekonomi negara
  5. Modal perusahaan multinasional berhak ditarik kembali sewaktu-waktu sehingga dapat berakibat kurang menguntungkan dalam neraca pembayaran
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2013. Akun Fisika - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Edit by osamabrian
Proudly powered by Blogger